Welcome

We Write And We change!

Rabu, 27 Maret 2013

Menghadapi Masalah Ketika Membaca


gambar ilustrasi
sumber gambar: perubatan.org

Setiap orang pasti pernah medapatkan masalah ketika membaca dan memahami maksud bacaan yang dibacanya, jangan kan pemula bahkan para pembaca yang expert sekalipun lebih banyak lagi menghadapi kesulitan dalam membaca dan memahami,
ya memahami jika permasalahanya adalah membaca mungkin hanya dialami oleh anak TK/ SD yang sedang belajar membaca, anak berkebutuhan khusus atau yan sedang dalam belajar dari buta huruf ke pembaca tulen, dari proses memahami ini setiap orang bisa mengartikanya secara berbeda-beda namun belum tentu juga dari sebuah kata atau sebuh kalimat dari yang menulis menyampaikan maksud pesan kepada yang membaca, jadi para penulis yang levelnya 1 atas di atas dari orang yag memahami suatu bacaan, haru bekerja lebih extra agar maksud dan pesan tulisanya dapat tersampaikan, walaupun tidak 100% mutlak ya minimal mencapai 80%, seperti sebuah simulasi penyapaian pesan suara tanpa direkam berantai disampaikan langsung secara berurutan dari seorang jendral… captain… prajurit mungkin secara nada ataupun tata bahasa tak akan persis mirip 100% nah itu maksudnya.

                Ya kebayakan masalah berada di pemahaman, karena manusia tercipta terburu-buru, ingin semua yang serba cepat bahkan terlalu cepat, sampai-sampai hanya mungkin memahami 10% pesan yang disampaikan ketika membaca, ya tidak apa-apa dan angkah lebih baiknya jika menyapaikan ulang dikutip pula sumbernya terdapat dari mana? Siapa? Agar kita tak salah dalam menterjemahkan maksud pesan ulang yang disampaikan, ini adalah masalah yang pertama, yang kedua adalah soal ke akraban yang bersifat subjektif, seperti di dunia intel maupun & reporter, dan sejenisnya mereka biasa menyampaikan pesan berupa kode-kode kepada orag yang akrab (dipercaya) secara visi-misi (ada kesamaan simbiosis yang saling menguntungkan, mutualisme), kalo di dunia persahabatan adanya kenyamanan dalam berkomunikasi, boleh jdai kalo ini masuk dalam tahapan masalah ke 2, hmmm… apalagi para pelajar yang biasanya sering mendapati kesulitan dalam mamahami rumus materi pelajaran, benar ya? Nah bapak/ bunda, dan sobat pembaca yang saya hormati, boleh jadi lebih banyak lagi permasalahan secara realita yang bapak/ bunda, saudara alami seperti mata minus, plus dll. (coba diperiksa boleh jadi ada juga dari sana) banyak, banyak sekali, solusi nya apa? Gampang-gampang sulit karenasolusinya ada dari dalam diri kita sendiri, orang/ teman hanya sebatas trigger/ fasilitator, coba cek hati kita, apakah ada niatan yang tidak baik? Atau ada cara membaca yang tidak baik? Atau kita lebih sering lebih banyak berbicara daripada mendengarkan, lalu apa hubunganya?

Ini salah satu solusi bagi saya, para pembaca sejati harus lebih banyak tidak hanya membaca tulisan saja, namun juga membaca keadaan (situasi yang mendukung) & alam dll. Termasuk membaca karakter orang, ya setidaknya kita sudah mempelajari ilmu tentang psikologi walaupun hanya sebatas pemula… allahu alam tapi jika mau lebih expert tak salah juga kan bisa belajar membaca baca karakter sesorang dengan cara yang lebih “cantik” (tidak diketahui dan halus), ya salah satu tekhnik memahaminya adalah dengan cara mendengarkan dan memahami kesehariaanya, atau bahasa zaman sekarang adalah kita lebih suka sharing, insyaAlloh dengan begitu kita memahami keadaan reaita yang dihubungkan dengan maksud bahan bacaan yang berada di dalam buku.

Lalu temukan cara membaca efektif saudara seperti apa? Karena setiap manusia memiliki ke unikanya masing-masing sesuai tempat yang ia tempati, apalagi akan menjadi seorang pemimpin yang memiliki banyak pengikut, wah-wah bahan bacaannya harus lebih banyak daripada pengikutnnya ya? Lalu di amalkan, ya saya juga suka malu ketika bawahan saya lebih cerdas dari saya, ada semangat disana untuk menyemangati diri bisa lebih dari dia, bermain secara sportif, dan bahkan bisa belajar langsung dari bawahan saya, ya karena manusia diciptakan untuk saling menasihati bukan? tak ada batasan, yang ada boleh jadi adalah tatakrama dan etika ketika belajar, wallahu alam ada juga yang lebih expert dari saya dalam menyampaikan hal ini.

Dan sudah sejauh mana kita memahami bacaan secara validitas dan akurasi yang tinggi?

-too be continued-

Kalo di commet mau curhat masalah membaca juga boleh :D
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar