Welcome

We Write And We change!

Sabtu, 25 Februari 2012

Sabar

Bismillahirahmanirahim, Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
 
Sumber gambar: http://mobavatar.com/muslim/dan-mintalah-pertolongan-dengan-sabar-dan-sholat.html

Ditujukanya tulisan ini terutama untuk mengobati diri sendiri & membantu dalam menginspirasi perjalanan ummat ini, salam cinta bagi keluarga, saudara & sahabat semua J

Kata seorang @MotivatorSuper (dalam tweet nya): Kekuatan Pria ada pada ke sabar an hatinya dan kekuatan wanita ada pada ke ikhlas an hatinya.

                Sebelumnya sabar ini bermula dari niat & do’a-doa yang senantiasa sang pejuang pajatkan bagi perbaikan kesejahteraan terutama di muka bumi dalam tugasnya sebagai seorang khalifah/ pemimpin.


Sabar merupakan 1 kata sederhana namun mewakili kumpulan banyak molekul energi yang berada dalam diri sang pejuang, atau jika boleh saya sebut sang pejuang kesabaran, sang pejuang ini bergerak secara proporsional/ secara proporsinya di pentas perjuangannya, dia seorang manusia luar biasa, memiliki cita-cita yang luar biasa pula, kerja-kerja yang luar biasa dan dengan sikap-sikap yang sederhana tidak berlebih/ tidak “lebay” / ter-… (kata mas Anang seorang penyanyi tembang lagu yang berjudul “jangan memilih aku”: “Aku tidak menyukai segala sesuatu yang ter-…), sang pejuang ini akan diam disaat moment yang mengharuskanya untuk diam, dia akan berbicara disaat moment yang mengharuskanya untuk berbicara, dia akan bergerak disaat harus bergerak, dia menahan, dia berdoa, ikhtiar/ usaha dan sebagainya…
Energi sang pejuang kesabaran ini sangatlah halus dan tersembunyi dan hanya dapat di deteksi oleh orang/ rekan-rekan se perjuangan, atau saya sebut rekan-rekan sang pejuang kesabaran, kekuatanya secara tersembunyi tersimpan secara dalam and very deep, hampir tak terdeteksi, kau tahu bahwa sang pejuang ini dapat tersenyum J disaat hatinya menangis, dapat menjernihkan pemikirannya walaupun kondisinya sedang galau, dapat bekerja sesuai dengan yang dibutuhkan, “bukan hanya sekedar mencari sensasi” (dalam sebuah lirik lagu yang dinyayikan oleh bondan Prakoso feat sade 2 black).  Kadang atau seringkali ia pula dapat membahagiakan orang di sekitarnya walaupun hatinya gundah, namun sang  pejuang ini bukanlah lilin yang membakar dirinya sendiri agar lingkunganya mendapatkan cahaya, sang pejuang ini bak seperti sebuah mercusuar yang menjulang tinggi, gagah, serta kokoh, tak mudah rapuh, berdiri tegak untuk menyinari kapal-kapal yang sedang berlayar seluas kegelapan malam disekitar lepas pantai, atau seperti akar pohon besar nan tinggi yang menghujam sangat dalam tak mudah terlepas dan dilepaskan, memang pada sebagian orang tak mengenalnya serta jarang dapat mendeteksi energy sang pejuang ini, right? J bayangkan sang pejuag kesabaran ibarat fenomena gunung besar di tengah laut yang fondasi dasar dari gunung tersebut tak mudah tampak oleh mata telanjang terkecuali dengan menyelaminya/ menggunakan alat bantu yang istimewa, hanya kadangkala akan mudah terlihat puncaknya oleh mata telanjang, ya hanya sebagian yang mampu dan mau melihat puncaknya yang kadang tertutupi awan dan kabut, serta sebagian yang lain sengaja menyelam untuk melihat dasarnya yang begitu dalam, walaupun hanya dengan bantuan, karena sangat begitu sulit, itulah energy kesabaran. 

Kerja-kerja yang dilakukan sang pejuang kesabaran merupakan kerja-karja nyata yang bersumber dari kejernihan hati serta fikiran yang terdalam, ketika sang pejuang ini membuat sebuah planning untuk sebuah  goal setting kerja-kerjanya adalah kerja-kerja dengan hati yang tulus, lapang & damai, kerja-kerjanya adalah sebuah kerja real(nyata), pemikiranya  memimiliki entry point moment yang tidak tergesa-gesa  dalam mengambil sebuah change(peluang), emosinya dapat terkontrol dengan baik dan stabil tak mudah diterjang badai dikala lingkungan di sekitarnya dalam keadaan ekstreem(berlebih), ia akan tetap mudah memberikan senyuman J yang renyah dan nikmat dipandang di tengah badai yang menyerangnya, kadang pula ia tertawa bukan karena tidak waras namun (dalam pemikiranya) karena bila sang pejuang ini dapat berhasil menembus rintangan yang besar maka sang pejuang akan naik tingkat/ naik kelas dan itu merupakan sebuah karya bagi dirinya atau kadang maupun seringkalinya merupakan sebuah karya untuk masyarakat lebih luas, kerja-kerjanya pula adalah kerja-kerja empati pada lingkungan yang merasa perlu sang perjuang benahi, ini adalah kerja-kerja manusia ibarat seperti seorang actor/ artis berperan sangat baik, benar & bagus tak menyimpang dari scenario/ aturan yang ada namun tetap memiliki nilai seni yang fleksibel serta tidak kaku, memiliki intonasi yang dibentuk oleh dirinya sendiri dalam setiap peranya, ibarat anda dalam bidang pekerjaan anda di dalam pekerjaan apapun itu, anda biasa menggambarkanya sendiri, merasakan, serta mendengarkan opini lingkungan/ bahkan diri anda sendiri bahwa hal yang dikerjakan oleh anda bermanfaat/ tidak bagi lingkungan tersebut? ini adalah kerja-kerja yang sangat manusiawi, dan diniliai pula oleh manusia-manusia yang berada di lingkungan tersebut, kita lihat & dengarkan suatu saat sejarah akan mencatat & mengungkapkan pekerjaan apa saja yang telah kita lakukan serta bermanfaat bagi lingkungan tersebut, kita kembalikan penilaian ini kepada masyarakat.

Rasa Cinta, ya sang pejuang tak mungkin melakukan kerja-kerja kesabaran tanpa adanya rasa cinta dalam pekerjaanya, tak cocok jika sebuah kesabaran diidentikan dengan kebencian, itu tidak menimbulkan sedikitpun efek perbaikan, malah akan justru merusak & menimbulkan kebencian-kebencian yang lain, masih ingat ketika ada kampus & sekolah yang melakukan ospek dengan cara yang kasar? Melukai tubuh & hati? Dan terus berlanjut ke tingkatan dibawahnya, zhalim? Secara otomastis Menjadi budaya? Atau para koruptor yang menggerogoti kesejahteraan rakyat sampai saat ini, apakah mereka melakukanya atas dasar cinta? Dusta bila mereka mengatakan atas nama cinta, Atas nama cinta maka saya menyakiti hati (perasaanmu) & fisikmu? itu ibarat “pemerkosaan”, Cinta adalah terus memberi bukan “memaksa” bila seseorang telah mencintai maka dia akan memperjuangkan pekerjaan-pekerjaan yang dicintainya, welas-asih yang dia beri, dia lembut membangun dan memperbaiki, sungguh indah jika taman pekerjaan ini disirami dengan rasa cinta dari pekerjaan-pekerjaan lubuk hati tulus, Ya Rabbi izinkan aku untuk mencintainya dan izinkanlah dirinya untuk mencintai diriku dengan tulus, itu adalah do’a –do’a yang selalu dipanjatkan oleh sang pejuang kesabaran terhadap objek yang dicintainya, mereka memiliki hati yang tulus nan lembut, mereka manusia yang memiliki cinta yang harus dibagun & perasaan yang harus dijaga, sungguh indah & istiwewa bukan? Bagaimana menurut para pembaca? Bumi ini ibarat ladang, jika menanam rasa cinta yang tulus suci maka akan tumbuh yang senama denganya begitu pula sebaiknya jika menanam yang “nama yang sebaiknya” boleh jadi para pembaca yang budiman sekalian sudah mengetahui akan hasil yang dipetik/ diperolehnya.

Sang pejuang memiliki tingkat care(kepedulian) yang tinggi mereka kuat dan mereka memiliki perasaan yang halus serta suci, misi-misi yang diperjuangkanya adalah sebuah misi-misi suci, memperbaiki & menyembuhkan sebuah keperihan adalah pekerjaanya, bahkan ketika sang pejuang ini sudah mencapai tingkat yang yang lebih tinggi dan sangat tinggi, sang pejuang menyebut: “ini adalah sebuah hobby tetutama bagi diri saya sendiri”, ya… hobby kesenangan saya untuk memperbaiki J sang pejuang telah mencintai pekerjaanya.

Walaupun tercipta oleh Alloh Yang Maha Sempurna secara sempurna diantara makhluk yang lain, Sang pejuang bukanlah wujud sempurna dalam prasangka dan dalam benak dirimu sementara ini, dia tidak akan memberi yang engkau inginkan namun ia akan tetap mengawasi & menjaga untuk memberikan sesuatu yang engkau dibutukan.

Dalam diam sang pejuang ini pun pasrah dari segala bentuk penilaian, asalkan yang dia niatkan baik, dengan pemahaman serta cara yang baik, InsyaAlloh dia berkata “akan ber-hasil-baik pula” baik di saat ini ataupun nanti, masa sekarang maupun masan depan, ketika melakukan hal yang salah sang pejuang akan mengakui kesalahanya dan segera memperbaiki dan itulah sifat kesatria yang dimiliki oleh sang pejuang kesabaran, sang pejuang ini pun berdoa(karena ia merasa dia hebat bukan karena dirinya sendiri, kadang/ seringkali kita menemui hal yang sebaliknya dengan merasa hebat karena dirinya sendiri atau nama lainya adalah “agul” or “sombong”), ada Alloh dan ada rekan-rekan sepejuang kesabaran yang akan selalu menemani perjuangan ini,  dalam doanya ia lebih mementingkan kepentingan orang lain karena sang pejuang ini mengetahui ketika ia mendoakan orang lain maka dia pun akan di doakan oleh para malaikat, ya para malaikat yang tak memiliki hawa nafsu apalagi dosa J senang & bahagia bukan di-doakan oleh para makhluk yang suci lagi bersih setingkat malaikat?

Pada akhirnya kita akan mengetahui bahwa setengah dari keimanan adalah kesabaran yang kita miliki dan setengahnya lagi ada dalam rasa syukur yang dilakukan & dipanjatkan.
Alhamdulillahirabbil alamin J

@ loteng rumah, ruang setrikaan lantai 2, cibeber-kota cimahi
Kamis, 23 Februari 2012
Penulis: Amalul Ahi Sudira
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar