Welcome

We Write And We change!

Jumat, 21 Desember 2012

Tetang Cinta Pertama

Sumber Gambar: http://pramudiantari.blogspot.com/

Boleh jadi kita bukanlah cinta yang pertama.

Namun kita bisa menjadi yang pertama dari sebuah moment yang berbeda.

 Walaupun itu didapat dari yang lain.

Boleh jadi kita sulit melupakan cinta pertama.

Namun boleh jadi kita bisa menerima suasana yang baru dan berbeda.

Kitalah pemilik hati ini. 

Kitalah pemilik perasaan ini.

Berbahagilah… berbahagialah…

Karena hati dan perasaan ini adalah amanah dari Alloh.

Manusia manapun ingin sekali melhat dirimu berbahagia.

Kadang kala ada pula bahagia yang tak seluruhnya terpancarkan lewat bahasa tubuh.

Boleh jadi hanya hati ini yang diam-diam telah berbahagia.

Dia boleh jadi hanya memperlihatkannya dengan sebuah senyuman yang sangat sederhana.

Hanya sebagian orang yang mengetahui suasana tersebut.

Atau boleh jadi kau telah mengetahui nya sebelum atau setelah membaca tulisan ini?
Aku tak tahu…

Dan saya pun #belajar dari seorang ibu yang memiliki anak lebih dari 1, hebatnya ibu tersebut mampu mencintai anak-anaknya tanpa berkurang porsi cintanya kepada anak yang ke sekian, anak sulung, anak pertengahan maupun anak bungsu, ibu tersebut masih tetap bisa berbahagia dengan anak-anaknya, anak yang merupakan buah hatinya, buah cintanya kedua orangtuanya, anak yang merupakan amanah dari Alloh.
Kita bisa berbahagia dimanapun tempat  & waktunya, kita yang memilihnya, ya memilih kebahagiaan tersebut, memilih kebahagiaan itu sndiri.

Kita yang memilih kebahagiaan tersebut.

Semoga dalam ketenangan hati ini Alloh memberikan kasih sayang, keberkahan, kedamaian dan kebahagiaan kepada hati kita semua, aamiin. 

Muhammad boleh jadi bukanlah cinta pertama khadijah, namun khadijah adalah cinta pertama bagi Muhammad, namun tak sedikitpun manusia-manusia agung tersebut memberikan kisah cinta yang dahsyat, melankolik, romantic & berbuah syurga.

Di penampakan yang pernah secara langsung bisa kita lihat di dunia seperti Indonesia kita mengenal kisah sosok habibie dan ainun.

(Yang menyukai kisah cinta fiksi kita mengenal KCB ya?)
Bisakah kita seperti manusia-manusia tersebut?

Jujur aku cemburu kepada kisah cinta tersebut, kisah cinta yang tetap bertahan walaupun “badai” sering menerpanya.

Cinta itu seperti politik dan dakwah bahkan ilmu pengetahuan, unsur yang sama diantara keterkaitanya adalah keseluruhanya merupakan unsur pemberi harapan manusia untuk dapat hidup berbahagia, ya berbahagia di dunia maupun di hari kemudian (akherat) kelak (semoga kita dipertemukan dalam kebahagiaan abadi, aamiin). 

Masih belajar tetap berpikir waspada & kritis dengan cinta, agar nasihat-nasihat ini tak melukai sesama (semoga).

Dari seorang ulama yang sedang ceramah dengan tema membangun mahligai rumah tangga islamiyah saya kutip perkataan beliau bahwa:  “Dari dalam cinta kita harus tetap membenci kemiskinan”  AM.
Maafkan hamba, Hanya Alloh Sang Maha Pemilik Ilmu & Cinta. Dialah Zat yang layak dijadikan Cinta pertama bagi kita.

Bumi Alloh, Kamis, 20 Desember 2012, 04:40 AM
Ditemani lagu First Love - Utada Hikaru
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar