Welcome

We Write And We change!

Kamis, 17 November 2011

Menyemangati diri untuk menulis (Versi Indonesia)

Gambar Ilustrasi Menulis

hilang ide/ inspirasi untuk menulis?
itu merupakan hal yang wajar karena manusia bukanlah malaikat yang mengerjakan 1 pekerjaan saja,
dia adalah makhluk super sibuk yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta untuk memperbaiki ummat dan alam sekitarnya.
bukan begitu?


manusia butuh bekerja &
manusia butuh waktu untuk mengumpulkan energinya kembali.
lewat apa?

lewat merenung, memperbaiki diri, membaca, diskusi dll.
termasuk istirahat, shalat, dan makan atau yang sering  disebut dengan ISHOMA (hehe)

pertanyaan yang begitu penting dari seorang yang hendak menulis adalah minimal ia bisa menjawab pertanyaan 5 W 1 H
apa itu? itu adalah:

5 W:
1. WHAT? / Apa? (yang saya akan tulis)
2. WHO?/ Siapa? (Kepada siapa saja objek yang saya akan bagikan tulisan ini)
3. WHEN?/ Kapan? (kapan saya akan menulis & mempublikasikan)
4. WHERE?/ Dimana? (Dimana media yang cocok untuk di publish)
5. WHY?/ Kenapa? (Kenapa saya menulis)

1 H:
1. HOW?/ bagaimana? (Bagaimana saya menulis)

(insyaAlloh) jika sudah mendapatkan jawaban diatas sang penulis akan menemukan waktu momentum yang tepat untuk mengembangkan karya tulisanya kembali,

karena menulis bukan asal-asalan
menulis merupakan (baca: seperti) ucapan yang diterjemahkan ke dalam simbol kata-kata
ia bisa menjadi sangat berguna jika disampaikan secara proporsional
bukankah begitu?

oh ya, ada beberapa aktifitas lagi yang boleh jadi akan membantu kita menyemangati untuk kembali manulis adalah:

1. Perbanyak bahan untuk senantiasa membaca (seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik pula).

2. Mendengarkan nasihat yang membangun & mampu menjadi pendengar yang baik bagi orang lain.
    Apa hubunganya? dengan mendengarkan anda akan memahami pandangan & persepsi dari lingkungan
    eksternal(baca: luar) + mendengarkan lantunan tilawah Al-Quran (yang membantu men sehat kan fikiran, bisa dilihat
    di:  

http://id-id.facebook.com/notes/hadist-nabi-muhammad-saw/hafalan-al-quran-ternyata-menyehat
/163106710448730?ref=nf) & musik yang memacu daya kreativitas.

3. Perbanyak wawasan (itu akan membantu untuk menginspirasi untuk menulis).

4. Perbanyak & perbaiki hubungan silahturahiem & silahturahmi (apa bedanya silaturahiem & silahturahmni?)
    silahturahiem: hubungan kita dengan keluarga dari kata (rahiem= rahim= kandungan), silahturahmi: perbaiki 
    hubungan antar sesama manusia di luar lingkup keluarga (termasuk yang bukan mahram & muhrim, apa itu? dijelaskan
    di: http://abuhanzhalah.wordpress.com/2010/06/18/muhrim-atau-mahram/ ) kenapa harus memperbaiki hubungan?
    apa hubunganya? jawabnya adalah karena orang-orang tersebutlah yang akan mambantu sukses atau tidaknya
    tulisan kita ini baik sekarang maupun dimasa yang kan datang (karena manusia adalah makhluk sosial dan satu sama
    yang lain saling membutuhkan).

5. Perbaiki tulisan-tulisan yang sebelumnya (yang) sempat ditulis (barangkali ada yang masih dan perlu untuk di edit/ di
    update).

6. Mulai belajar sedikit-sedikit tentang bahasa sastra. (karena tulisan merupakan karya sastra).

7. Mulai belajar mangungkapkan komentar kepada tulisan orang lain (berupa perasaan, secara logika maupun
    argumentasi yang lain).

8. Mulai belajar meng apresiasi karya tulis yang lain.

9. Belajar menjadi manusia yang universal tidak hanya sebatas ruang lingkup dan lingkungan tertentu, bahasa yang lain
    adalah mulai berani untuk keluar (bukan berarti "urakan"), gaul (bro, agan-agan dan sista-sista) dan tetap "menjaga"
    sopan, santun dll. (WASPADALAH! WASPADALAH!, hehe kata bang Napi).

10. Biasakan untuk mulai menulis secara sistematis (berurutan), ada hubungan antara tulisan yang satu dengan yang
      lain, itu yang akan menjadi untaian sejarah tulisan manusia bagi yang menulis (itu kata: Pak Anis Matta dengan
      sedikit editan diluar kata "untaian sejarah manusia")

11. Mulai belajar banyak dari penulis-penulis yang telah sukses didalam karya tulisnya.

12. Belajar untuk"Joke" (baca: bercanda) secara baik dan benar, kenali tatakrama dan etika untuk "Joke" agar suasana
      tidak terlalu tegang, menjadi cair, dan tidak terlalu kaku.

12. Banyak bedoa (karena Sang Maha Penulis yang akan menentukan segalanya akan menjadi baik atau tidak? tulisan bagi yang menulis ini).

13. Sediakan alat (media) tulis anda & Mulai lah untuk menulis "SEKARANG!" (dua karang, tiga karang, empat karang hehe) + mulai lah dari tulisan-tulisan yang sederhana (bukan berarti norak & kuno) dan tetap bermanfaat.

Ok! Semoga Bermanfaat Selamat Manulis di buku elok (lho?)

"Mari Kampanyekan gerakan untuk menulis"

"Jika ada yang benar itu hanya datang dari Sang Maha Penulis (Alloh) dan yang salah datang dari diri saya pribadi"

Alhamdulillah...
Wallahu Alam Bii Shawab
Wassalam...

-TO BE CONTINUE-

Kamis, 17 November 2011
Penulis  : Amalul A. Sudira
Tempat : WARNET ANUGERAH 26
Selesai penulisan pada pukul: 12:07 (waktu notebook saya)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar